Nostalgia

Teman lama dari masa yang berbeda
Sudah berapa lamakah kita tidak saling menyapa

Hari ini sepucuk surat datang pada kotak posku
Bukan undangan makan malam maupun ucapan selamat tahun baru
Hanya surat anonim tanpa salam dan menanyakan kabar
Setumpuk potret dan goresan-goresan
Nyaris pudar dengan sisi-sisinya yang buram

Bunga merah muda
Tautan musim semi yang penuh pesona
Bertanya padaku lewat warna
Mengapa empat angin bersaudara tak lagi menyapa

Hujan musim lalu
Bersenandung bening
Mengalun menina-bobokan
Menyapukan kuas pada langit yang lebih jauh
Ke mana perginya celah-celah tua tanyanya

Buku-buku dongeng
Putri-putri dan kastilnya di negeri antah berantah
Tikus-tikus mungil berbaju mengarungi petualangan besar
Bersambung pada film hitam putih

ada rangkaian alur yang mengeja do-re-mi berputar
Daun clover pertamaku
Juga jalan setapak dan tangga berbatu yang tersiram gerimis sore

Lama tidak menerima pos
Sudah lama tidak piknik
Tidak duduk mengamati kupu-kupu
Tidak iseng mengejar capung lagi
Atau nekat mendaki bukit

Masa lalu rasanya jauh
Apa ada serpihan yang tersisa dalam kotak pensil hartaku

Berpa lama tidak saling bersua

Malam pekar tanpa bintang jatuh
Tanpa aduan permohonan

Sebuah momen sore ini mungkin tak apa untuk dibangunkan


Teman lama dari masa yang berbeda
Bagaimana dengan makan kue dan nonton film kartun lagi?

30 Desember 2010
7 Maret 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Summer Scene